UDiNus Repository

Studi Kualitatif tentang Kompetensi Tenaga Koder dalam Proses Reimbursement Berbasis System Case-mix di Beberapa Rumah Sakit yang Melayani Jamkesmas di Kota Semarang

ERNAWATI, DYAH and KRESNOWATI, LILY (2013) Studi Kualitatif tentang Kompetensi Tenaga Koder dalam Proses Reimbursement Berbasis System Case-mix di Beberapa Rumah Sakit yang Melayani Jamkesmas di Kota Semarang. INDONESIA HEALTH INFORMATICS FORUM.

[img]
Preview
PDF (Studi Kualitatif tentang Kompetensi Tenaga Koder dalam Proses Reimbursement Berbasis System Case-mix di Beberapa Rumah Sakit yang Melayani Jamkesmas di Kota Semarang)
Download (475Kb) | Preview

    Abstract

    Penyelenggaraan Jamkesmas dengan sistem Case-mix berbasis INA-DRG (yang kemudian berganti dengan INA CBG’s) beberapa tahun terakhir ternyata masih menghadapi berbagai kendala dalam implementasinya, khususnya terkait proses reimbursement dari tagihan biaya pelayanan RS. Salah satu aspek yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan proses klaim adalah kode diagnosis penyakit dan tindakan yang dilakukan oleh tenaga koder yang professional di RS. Tenaga koder yang dipilih oleh RS untuk menangani case-mix memiliki kompetensi yang memadai ditinjau dari latarbelakang pendidikan sebagai DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Namun pada praktiknya di lapangan masih dijumpai kendala-kendala dalam proses koding untuk reimbursement ini. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif untuk mengetahui Kompetensi Tenaga Koder dalam menunjang Proses Reimbursement Berbasis Sistem Case-mix di Beberapa Rumah Sakit di Kota Semarang. Objek penelitian adalah tenaga koder di RS yang bertugas di bagian koding case-mix dan Supervisornya (atasan langsung). Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dan dibandingkan dengan teori yang ada untuk kemudian dibuat suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja koder sangat berpengaruh terhadap kinerja koder, baik dalam hal kecepatan maupun akurasi. Kurikulum pendidikan tentang koding dirasakan masih kurang dalam menunjang kemampuan koding. Kompetensi tambahan yang sangat diperlukan untuk menunjang kemampuan tenaga koder adalah dasar pengetahuan tentang anatomi, fisiologi, terminology medis, ilmu penyakit dan farmakologi. Adapun kendala non-teknis yang tidak terkait kompetensi yang sering dialami tenaga koder adalah; penulisan diagnosis yang tidak lengkap, tulisan dokter yang tidak jelas terbaca, serta ketidaklengkapan dokumen RM. Harapan yang disampaikan oleh supervisor koder sebagai wakil dari pihak manajemen terutama adalah agar kode yang dihasilkan bisa lebih akurat sehingga proses klaim reimbursement lancar. Dengan demikian disimpulkan bahwa kompetensi tenaga koder di RS masih perlu ditingkatkan, antara lain melalui pelatihan-pelatihan tingkat mahir. Kata Kunci : Kompetensi koder, Kode Penyakit, Casemix

    Item Type: Article
    Subjects: Kesehatan
    Divisions: Fakultas Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Library of Congress Subject Areas > Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Depositing User: Psi Udinus
    Date Deposited: 02 Jul 2015 08:13
    Last Modified: 02 Jul 2015 08:13
    URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/15915

    Actions (login required)

    View Item