UDiNus Repository

PERANCANGAN GAME EDUKATIF SEBAGAI PENDUKUNG TERAPI PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK AUTIS

SILVY, RADSMAWAN MARGARETHA (2015) PERANCANGAN GAME EDUKATIF SEBAGAI PENDUKUNG TERAPI PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK AUTIS. Skripsi,Fakultas Ilmu Komputer.

[img]
Preview
PDF
Download (626Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (4Kb) | Preview

      Abstract

      Autisme merupakan kelainan perkembangan sistem saraf yang dialami sejak lahir ataupun saat balita. Penderita autis umumnya mengalami kesulitan dengan fungsi sosial, motorik, sensorik, dan kognitif. Beberapa gejala autis antara lain, adanya gangguan sosial dan emosional, gangguan komunikasi, dan terdapat tindakan repetitif. Salah satu penanganan autisme yaitu dengan terapi. Melalui terapi, perilaku-perilaku merugikan pada anak autis dapat diminimalisir, namun kelainan secara medis di dalam otak tidak dapat diperbaiki. Salah satu terapi yang paling sering digunakan adalah terapi visual. Penderita autis secara umum memiliki kemampuan lebih dalam hal visual. Mereka lebih mudah untuk mengingat dan belajar dengan menggunakan gambar atau tulisan dari benda-benda. Terapi visual dapat dilakukan dengan menggunakan ekspresi wajah, gerak isyarat, mengubah nada suara, menunjuk gambar, menunjuk tulisan, menggunakan papan komunikasi dan menggunakan simbol-simbol. Namun yang menjadi hal mendasar dan utama dari permasalahan ini adalah belum ada alat yang terintegrasi dengan unsur-unsur tersebut. Dibutuhkan sebuah alat bantu visual dan audio yang dapat berinteraksi untuk menunjang efektivitas terapi visual. Wawancara, observasi, dan kajian pustaka merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh segala informasi perancangan game ini. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah 5W+1H. Hasil akhir perancangan ini berupa game edukatif sebagai alat bantu visual pendukung terapi autis. Game merupakan salah satu media interaktif yang disukai anak-anak. Aplikasi game terapi ini akan berfokus pada pengenalan objek dan ekspresi wajah. Namun game ini sendiri tidak ditujukan untuk menjadi media utama dalam terapi visual. Dalam pelatihan anak autis tetap diperlukan media lain, aplikasi game ini membatasi diri hanya untuk menjadi pelengkap.

      Item Type: Article
      Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Ilmu Komputer > Desain Komunikasi Visual
      Divisions: Fakultas Ilmu Komputer
      Depositing User: Psi Udinus
      Date Deposited: 26 Nov 2015 10:13
      Last Modified: 26 Nov 2015 10:13
      URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/16932

      Actions (login required)

      View Item