UDiNus Repository

HUBUNGAN ANTARA HIGIENE PERSEORANGAN DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KULIT PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DI KECAMATAN GROBOGAN TAHUN 2016

NURSAHID, (2016) HUBUNGAN ANTARA HIGIENE PERSEORANGAN DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KULIT PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DI KECAMATAN GROBOGAN TAHUN 2016. Skripsi,Fakultas Kesehatan.

[img]
Preview
PDF
Download (4Kb) | Preview

    Abstract

    Setiap pondok pesantren biasanya memiliki santri yang cukup banyak. Masing-masing dari mereka mempunyai kebiasaan pola hidup bersih dan sehat yang berbeda. Adanya faktor rasa kebersamaan yang tinggi antar santri seperti penggunaan alat makan, pakaian dan handuk ditambah kondisi sanitasi yang belum standar menjadi salah satu media penularan penyakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa hubungan antara higiene perseorangan dan sanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit kulit pada santri pondok pesantren di Kecamatan Grobogan tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri pesantren Manbaul Hikmah yang berjumlah 66 santri dan Miftahuttullab Grobogan sebanyak 105 santri. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 santri yang diambil dengan teknik Proporsional sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner yang diolah dengan spss menggunakan uji statistik rank sperman. Hasil statistik menunjukkan faktor higiene dan sanitasi lingkungan yang berisiko terhadap penyakit kulit pada santri pesantren Manbaul Hikmah dan Miftahuttullab antara lain keramas <3 kali seminggu (66,7%), pemakaian handuk (62,5%), pemakaian baju >2 kali sampai batas dicuci (60,3%), pemakaian pakaian (64,1%), pemakaian alat sholat (61,6%), tidur berhimpitan (54,2%), kebersihan alas tidur (87,5%), kondisi lantai asrama (66,7%), kelembaban ruang (58,4%), kepadatan hunian (87,5%), luas jendela (87,5%), kondisi air bersih (83,3%) dan pengurasan bak air (66,7%). Sedangkan uji statistik menyatakan tidak ada hubungan antara higiene perseorangan (p 0,571) dan sanitasi lingkungan (p 0,208) dengan kejadian penyakit kulit pada santri pondok pesantren di kecamatan Grobogan Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian itu maka sebaiknya dilakukan edukasi higiene perseorangan secara berkala oleh pihak puskesmas setempat. Selain itu pengelola pesantren juga mendata kebutuhan apa saja yang harus dimiliki oleh santri sehingga tidak ada perilaku saling pinjam meminjam handuk dan pakaian.

    Item Type: Article
    Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Divisions: Fakultas Kesehatan
    Depositing User: Psi Udinus
    Date Deposited: 22 Mar 2016 14:30
    Last Modified: 22 Mar 2016 14:30
    URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/17916

    Actions (login required)

    View Item