INDAH, RAHMAWATI (2016) TINJAUAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENETAPAN KODE ANATOMI NEOPLASMA PADA TRIWULAN I DI RSUD RAA SOEWONDO PATI TAHUN 2016. Skripsi,Fakultas Kesehatan.
| PDF Download (4Kb) | Preview | |
| PDF Download (291Kb) | Preview | |
| PDF Download (21Kb) | Preview | |
| PDF Download (14Kb) | Preview | |
| PDF Download (260Kb) | Preview | |
| PDF Download (423Kb) | Preview | |
| PDF Download (98Kb) | Preview | |
| PDF Download (167Kb) | Preview | |
| PDF Download (29Kb) | Preview | |
| PDF Download (376Kb) | Preview | |
| PDF Download (21Kb) | Preview | |
| PDF Download (10Kb) | Preview | |
| PDF Download (93Kb) | Preview |
Abstract
RSUD RAA Soewondo Pati adalah rumah sakit umum daerah Pati dengan tipe B. Rumah sakit ini dinilai cukup baik dalam melaksanakan rekam medis. Pada survey awal yang meninjau pelaksanaan rekam medis bagian koding ditemukan beberapa kode neoplasma yang tidak akurat. Dari 10 sampel DRM dengan kasus neoplasma ditemukan 30% kode tidak akurat dan 70% kode akurat dan 100% dari dokumen yang diambil tidak dituliskan kode morfologi. Hal ini dapat menyebabkan tidak akuratnya kode yang bisa berdampak tidak lengkapnya data sistem informasi, begitu pula pada aspek pembiayaan. Pada era BPJS, kode merupakan salah satu penentu tarif, begitu juga informasi di dalam dokumen harus lengkap dan berkesinambungan. Karena itu diperlukan penelitian untuk meninjau faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan kode anatomi neoplasma. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode observasi. Populasi adalah 10 koder dan 126 dokumen rekam medis pasien dengan kasus neoplasama pada triwulan I tahun 2016. Sampel sebanyak 56 dokumen rekam medis neoplasma. Hasil penelitian yaitu karakteristik koder sebesar 80% berumur 31-40 tahun, 90% berjenis kelamin perempuan dan koder rata-rata sudah bekerja >10 tahun, 70% belum pernah mengikuti pelatihan koding dan hanya mengkode menggunakan ICD-10 volume 3. Dari 56 DRM hanya 17,85% kasus yang dilakukan pemeriksaan PA, 60,71% kasus dengan penulisan tidak jelas dan 57,57% kasus dengan diagnosis tidak lengkap. Keakuratan kode mencapai 48,21% dan 51,78% lainnya dinyatakan tidak akurat. Saran bagi petugas untuk tetap menggunakan ICD-10 volume 1 dalam menetapkan kode, juga meneliti lembar-lembar lain yang mendukung penetapan diagnosis. Kata Kunci : kode anatomi neoplasma, keakuratan.
Item Type: | Article |
---|---|
Subjects: | Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Kesehatan > Rekam Medis dan Informatika Kesehatan |
Divisions: | Fakultas Kesehatan |
Depositing User: | Psi Udinus |
Date Deposited: | 22 Sep 2016 14:23 |
Last Modified: | 22 Sep 2016 14:23 |
URI: | http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/19138 |
Actions (login required)
View Item |