UDiNus Repository

PERBEDAAN TINGKAT PARTISIPASI KADER KESEHATAN ANTARA KELURAHAN YANG MENJADI PROGRAM PJR (PEMANTAUAN JENTIK RUTIN) DAN NON PJR DALAM UPAYA PENCEGAHAN DBD KOTA SEMARANG TAHUN 2013

RIANA, YULFARIDA (2013) PERBEDAAN TINGKAT PARTISIPASI KADER KESEHATAN ANTARA KELURAHAN YANG MENJADI PROGRAM PJR (PEMANTAUAN JENTIK RUTIN) DAN NON PJR DALAM UPAYA PENCEGAHAN DBD KOTA SEMARANG TAHUN 2013. Skripsi,Fakultas Kesehatan.

[img]
Preview
PDF
Download (216Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (4Kb) | Preview

      Abstract

      Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan endemis di sebagian kabupaten/kota di Indonesia. Keterlibatan kader kesehatan dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan salah satu peran serta kader kesehatan dalam bentuk partisipasi untuk menanggulangi DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat partisipasi kader kesehatan antara kelurahan yang menjadi program PJR dan Non PJR dalam upaya pencegahan DBD Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan instrument penelitian yaitu kuesioner. Data primer diolah dan dianalisa menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Sampel yang digunakan berjumlah 48 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat partisipasi berdasarkan keterlibatan kader dalam melakukan penyuluhan antara kelurahan PJR dan non PJR (p= 0,002), pemantauan jentik antara kelurahan PJR dan non PJR (p= 0,0001) dan ketepatan waktu pelaporan antara kelurahan PJR dan non PJR (p= 0,0001). Tidak terdapat perbedaan tingkat partisipasi berdasarkan keikutsertaan kader dalam mengikuti pelatihan antara kelurahan yang menjadi program PJR dan Non PJR (p= 0,583). Untuk itu disarankan bagi responden agar selalu mengikuti pelatihan kader jumantik yang diberikan oleh petugas. Bagi Kelurahan, mengadakan pemeriksaan jentik secara rutin. Bagi Puskesmas, melakukan penyuluhan tentang bahaya DBD dan cara pencegahannya. Bagi Pemkot Semarang, mengoptimalkan program PJR di kelurahan Sendangmulyo sebagai salah satu upaya pencegahan DBD.

      Item Type: Article
      Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
      Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
      Divisions: Fakultas Kesehatan
      Depositing User: Psi Udinus
      Date Deposited: 07 Oct 2014 13:56
      Last Modified: 21 Nov 2014 05:57
      URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/6565

      Actions (login required)

      View Item