UDiNus Repository

Faktor-Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Tahun 2013

SISKA, TAMBUNAN (2014) Faktor-Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Tahun 2013. Skripsi,Fakultas Kesehatan.

[img]
Preview
PDF
Download (368Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (4Kb) | Preview

      Abstract

      Penyakit pneumonia merupakan salah satu penyebab dari morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia, setiap tahunnya diperkirakan terjadi lebih dari 2 juta kematian balita karena pneumonia. Di Indonesia, angka kejadian pneumonia pada balita sekitar 10-20% per tahun. Di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu terdapat 215 kasus pneumonia pada tahun 2012 dan 227 kasus pneumonia pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang tahun 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain case control study.Populasi dalam penelitian ini seluruh balita yang dibawa berkunjung ke Puskesmas Kedungmundu Semarang pada tahun 2013. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 48 kasus dan 48 kontrol sesuai dengan kriteria Inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan Kartu Menuju Sehat (KMS) balita. Data primer diperoleh melalui wawancara sedangkan data sekunder diperoleh dari KMS balita dan catatan medis balita di Puskesmas. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan derajat kemaknaan (?) = 0,05dan uji statistik Odds Rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat status gizi balita (p value = 0,008;OR = 10, 846; CI 95% = 1,316-89,386), riwayat pemberian ASI (p value = 0,002; OR = 3,769; CI 95% = 1,600-8,881), riwayat pemberian Vitamin A (p value = 0,002;OR = 8,543; CI 95% = 1,809-40,340) dan riwayat status imunisasi(p value = 0,009; OR = 3,839; IK 95% = 1,357-10,861) berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita, sedangkan umur balita (p value = 0,414), jenis kelamin balita (p value = 0,533) dan riwayat berat badan lahir balita (p value = 0,061) tidak berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang tahun 2013. Penelitian ini menyarankan kepada Puskesmas setempat untuk meningkatkan upaya penanggulangan penyakit pneumonia pada balita dengan pemberian penyuluhan kepada masyarakat tentang pemberian ASI Eksklusif yang benar, pemenuhan asupan gizi balita guna meningkatkan status gizi balita dan pemberian informasi tentang pentingnya pemberian vitamin A pada balita serta pemberian imunisasi yang sesuai dengan jadwal imunisasi pada bayi.

      Item Type: Article
      Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
      Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
      Divisions: Fakultas Kesehatan
      Depositing User: Psi Udinus
      Date Deposited: 07 Oct 2014 13:57
      Last Modified: 21 Nov 2014 04:37
      URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/6618

      Actions (login required)

      View Item