UDiNus Repository

SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN OBAT DI GUDANG OBAT INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG 2007

RINA, AZIZAH AKROMATUL (1970) SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN OBAT DI GUDANG OBAT INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG 2007. Skripsi,Fakultas Kesehatan.

[img]
Preview
PDF
Download (30Kb) | Preview

    Abstract

    Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang merupakan Rumah Sakit Umum Type B Non Pendidikan, milik Pemerintah Propinsi Jawa Tengah. Salah satu pelayanan penunjang yang ada adalah instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS), dalam IFRS terdapat gudang obat dan depo farmasi (Depo Farmasi Rawat Jalan, Depo Farmasi Rawat Inap, dan Depo Farmasi Gawat Darurat). Gudang obat bertugas menyediakan obat untuk memenuhi kebutuhan pasien. Sebelum obat sampai kepada pasien harus melalui depo farmasi. Sedangkan proses yang terdapat digudang obat adalah: proses pemesanan obat, proses penerimaan obat, proses obat keluar dan retur obat. Di gudang obat IFRS Tugurejo Semarang belum dilakukan analisis ABC terhadap obat yang ada, selain itu informasi yang dihasilkan juga kurang lengkap, dan tidak adanya early warning system (sistem peringatan dini) tentang obat yang telah memasuki stok minimal dan obat yang akan memasuki tanggal kadaluarsa, sehingga kurang efektif dan efisiennya kegiatan di gudang obat. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dirancang sistem informasi berbasis komputer. Lingkup lokasi yang diambil adalah gudang obat IFRS Tugurejo Semarang Tahun 2007, dengan jenis penelitian kualitatif, penelitian dilakukan dengan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Obyek penelitian ini adalah Sistem Informasi Persediaan Obat di gudang obat dan subyek penelitian ini adalah semua pihak yang terlibat. Dalam sistem tersebut alur proses di IFRS Tugurejo dalam hal pemesanan obat adalah: petugas gudang membuat surat pesan (SP) kepada Supplier, kemudian supplier mengirimkan obat yang dipesan sesuai dengan SP, saat penerimaan obat petugas gudang memeriksa kesesuaian antara faktur dan obat yang dikirim kemudian dicatat di buku penerimaan barang (obat) apabila dalam proses pemeriksaan tersebut ditemukan obat yang rusak atau cacat maka petugas gudang me-retur obat tersebut ke supplier yang bersangkutan, sedangkan proses obat yang keluar dari gudang adalah dimulai dari masing-masing depo membuat daftar permintaan obat dibuku permintaan dan diserahkan ke petugas gudang yang kemudian petugas gudang menyerahkan obat sesuai dengan buku permintaan, apabila ada obat yang diserahkan oleh petugas gudang ada yang cacat atau rusak maka depo me-retur obat tersebut ke gudang. Pelaku dalam sistem ini antara lain: petugas gudang dan petugas depo, Kepala IFRS. Pengembangan sistem yang dilakukan meliputi identifikasi masalah, analisis masalah, desain sistem, perancangan sistem, implementasi dan perawatan sistem. Adanya sistem informasi persediaan obat di IFRS ditambah dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dibidangnya maka informasi yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi pengguna sistem.

    Item Type: Article
    Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Divisions: Fakultas Kesehatan
    Depositing User: Psi Udinus
    Date Deposited: 07 Oct 2014 15:23
    Last Modified: 20 Nov 2014 23:46
    URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/7400

    Actions (login required)

    View Item