UDiNus Repository

HUBUNGAN ANTARA WAKTU AERASI DENGAN PENURUNAN KADAR AMONIAK DAN FOSFAT PADA IPAL DI RSD SUNAN KALIJAGA DEMAK 2005

LIA, MELAWATI BERTA (1970) HUBUNGAN ANTARA WAKTU AERASI DENGAN PENURUNAN KADAR AMONIAK DAN FOSFAT PADA IPAL DI RSD SUNAN KALIJAGA DEMAK 2005. Skripsi,Fakultas Kesehatan.

[img]
Preview
PDF
Download (88Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara waktu aerasi dengan penurunan kadar amoniak dan fosfat pada IPAL di RSD Sunan Kalijaga Demak. Rumah sakit merupakan kegiatan pelayanan yang memungkinkan terjadinya interaksi antara alat, manusia dan lingkungan dengan tujuan memberikan pelayanan kepada pasien dalam rangka mencari kesembuhan. Rumah sakit akan menghasilkan produk samping berupa limbah, baik limbah padat, limbah cair, maupun limbah gas. Limbah tersebut dapat mengandung bahan berbahaya, beracun, atau sering dikenal dengan istilah limbah B3. Fosfat merupakan bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan hidup yang bersifat toksik, kadar fosfat yang sangat tinggi dapat bersifat racun pada ikan dan kehidupan air. Sedangkan amoniak adalah penyebab iritasi dan korosi, meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme dan mengganggu proses desinfeksi dengan khlor. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan sampel penelitian sejumlah 54 yang merupakan total populasi air limbah. Data dari penelitian ini diambil melalui hasil pemeriksaan sampel air limbah di Laboratorium, pengolahan data menggunakan SPSS 11,0. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan berdasarkan uji Rank Spearman, dengan tingkat signifikan 0.05 (P value = 0.0001, r=0.652) ada hubungan yang signifikan antara waktu aerasi dengan penurunan kadar amoniak dan semakin lama waktu aerasi semakin besar penurunannya. Ada hubungan yang signifikan antara waktu aerasi dengan penurunan kadar fosfat dan semakin lama waktu aerasi semakin besar penurunannya dengan tingkat signifikan 0.05 (P value = 0.0001, r = 0.641) Saran bagi RSD Sunan Kalijaga Demak adalah sebaiknya mengoperasikan IPAL dengan waktu aerasi 120 menit untuk mencapai hasil yang efektif dan memenuhi standar baku mutu limbah cair, melakukan pemeliharaan secara rutin, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan pada operator IPAL dan memanfaatkan laboratorium rumah sakit.

    Item Type: Article
    Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Divisions: Fakultas Kesehatan
    Depositing User: Psi Udinus
    Date Deposited: 07 Oct 2014 15:26
    Last Modified: 20 Nov 2014 22:29
    URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/7507

    Actions (login required)

    View Item