UDiNus Repository

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PERAWAT TERHADAP PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL KEJADIAN PHLEBITIS DI RSUD KOTA SEMARANG TAHUN 2014

RENY, PURLINAWATI (2014) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PERAWAT TERHADAP PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL KEJADIAN PHLEBITIS DI RSUD KOTA SEMARANG TAHUN 2014. Skripsi,Fakultas Kesehatan.

[img]
Preview
PDF
Download (250Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (4Kb) | Preview

      Abstract

      Nosokomial adalah infeksi yang diperoleh atau terjadi di rumah sakit, infeksi yang didapat karena kerentanan terhadap invasif agen patogen atau infeksius yang tumbuh dan menyebabkan sakit. Phlebitis adalah inflamasi lapisan vena yang disebabkan faktor mekanik, kimia, maupun tekhnik aseptik yang kurang dengan karakteristik adanya kemerahan pada area tusukan nyeri, bengkak, pengerasan atau indurasi, pengerasan sepanjang vena, dan panas. Di RSUD Kota Semarang tahun 2012 masih terdapat kasus phlebitis 53 dari 47641 jumlah pasien terpasang infus. Pada tahun 2013 kejadian phlebitis meningkat menjadi 55 jumlah kejadian dari 47641. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik perawat terhadap pencegahan infeksi nosokomial kejadian phlebitis RSUD Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research, pendekatan secara Cross Sectional. Teknik sampling adalah Purposive Sampling. Jumlah sample sebanyak 44 responden. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner oleh responden. Praktik perawat di RSUD Kota Semarang sudah baik karena sebanyak (100%) perawat sudah bias melakukan tindakan pemasangan infuse sesuai teknik septik dan aseptik sesuai dengan SOP yang berlaku. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik (p-value= 0.743 ), ada hubungan antara sikap dengan praktik (p-value = 0.05), tidak ada hubungan antara motivasi dengan praktik (p-value = 0.017), ada hubungan antara ketersediaan sarana dan fasilitas dengan praktik (p-value = 0.002), tidak ada hubungan antara peran kepala ruang dengan praktik (p-value = 0.155). Saran bagi pihak rumah sakit perlu memberikan pembinaan metode tertib pemasangan infus, motivasi dan pendekatan kepala ruang dalam pengawasan yang lebih rutin.

      Item Type: Article
      Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
      Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
      Divisions: Fakultas Kesehatan
      Depositing User: Psi Udinus
      Date Deposited: 07 Oct 2014 15:37
      Last Modified: 20 Nov 2014 14:54
      URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/7923

      Actions (login required)

      View Item