UDiNus Repository

TINJAUAN KESIAPAN AKREDITASI KARS BAGIAN MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI (MKI) STANDAR MKI. 19, MKI. 19.1, MKI. 19.1.1, MKI. 19.2, MKI. 19.3, MKI. 19.4 DI RS. PANTI WILASA “DR. CIPTO” SEMARANG TAHUN 2015

FEBRINA, PRATAMA MEGA (2015) TINJAUAN KESIAPAN AKREDITASI KARS BAGIAN MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI (MKI) STANDAR MKI. 19, MKI. 19.1, MKI. 19.1.1, MKI. 19.2, MKI. 19.3, MKI. 19.4 DI RS. PANTI WILASA “DR. CIPTO” SEMARANG TAHUN 2015. Skripsi,Fakultas Kesehatan.

[img]
Preview
PDF
Download (411Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (5Kb) | Preview

      Abstract

      Akreditasi rumah sakit adalah pengakuan terhadap rumah sakit yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara Akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri. Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) adalah lembaga independen pelaksana akreditasi rumah sakit. RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang sedang mempersiapkan akreditasi KARS, berdasarkan survei awal peneliti mengetahui persentase ketidaklengkapan dokumen rekam medis mencapai 70% pada kasus bedah maupun non-bedah sehingga tidak sesuai standar MKI.19-MKI.19.4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan akreditasi KARS pada standar MKI.19-MKI.19.4 ditinjau dari ketersediaan sumber daya manusia, sarana/prasarana, panduan/kebijakan/Standar Prosedur Operasional, maupun kesesuaian pelaksanaan standar tersebut. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, pengumpulan data dengan teknik observasi terhadap tupoksi masing-masing bagian pelaksana standar, wawancara dengan pokja MKI, dan kajian kelengkapan dokumen. Pengambilan sampel penelitian menggunakan random sampling, menghasilkan 98 sampel dokumen rawat inap, dan 100 Lembar Gawat Darurat. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rekam Medis RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang. Berdasarkan hasil wawancara diketahui telah dibentuk pokja yang mengelola dan mengawasi jalannya standar MKI. Sarana yang dipersiapkan berupa pembaharuan formulir-formulir rekam medis sesuai kebutuhan unit pelayanan, dan tersedia ekspedisi dokumen rekam medis elektronik yang menghasilkan laporan kelengkapan. Tersedia 1 kebijakan penyelenggaraan rekam medis, 3 panduan, 2 pedoman dan 7 Standar Prosedur Operasional dalam mendukung standar MKI.19 – MKI.19.4. Hasil observasi kesiapan standar MKI.19 tentang pembuatan dan pemeliharaan rekam medis tercapai dengan persentase 100%. Pelaksanaan standar MKI.19.1 dan MKI 19.1.1 tentang informasi dalam rekam medis tercapai dengan persentase 80% dan 50%. Pelaksanaan standar MKI.19.2 tentang identifikasi hak pengisian dan menentukan isi dan format rekam medis tercapai dengan persentase 83,33%. Pelaksanaan standar MKI.19.3 tentang identitas penulis dalam rekam medis tercapai dengan persentase 66,67%. Pelaksanaan standar MKI.19.4 tentang asesmen kelengkapan berkas rekam medis tercapai dengan persentase 85,71%. Upaya mengatasi ketidaklengkapan dokumen rekam medis dengan meningkatkan kepedulian tenaga kesehatan tentang kelengkapan pengisian dan kualitas dokumen rekam medis dalam mengupayakan kesinambungan informasi medis pasien.

      Item Type: Article
      Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
      Kesehatan > Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
      Divisions: Fakultas Kesehatan
      Depositing User: Psi Udinus
      Date Deposited: 27 Nov 2015 11:28
      Last Modified: 27 Nov 2015 11:28
      URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/17380

      Actions (login required)

      View Item