UDiNus Repository

Rancang Bangun Sistem Deteksi Dini Longsor Berbasis Fuzzy C Means Wireless Sensor Network (FCM-WSN)

Wulandari, Sari Ayu and Swakarma, I Ketut (2013) Rancang Bangun Sistem Deteksi Dini Longsor Berbasis Fuzzy C Means Wireless Sensor Network (FCM-WSN). Semantik 2013, 3 (1). pp. 333-339. ISSN 979-26-0266-6

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (245Kb) | Preview

    Abstract

    Sistem deteksi dini longsor digunakan untuk mengetahui posisi pergeseran tanah di permukaan bumi. Sistem ini menjadi sangat dibutuhkan manakala pergeseran tanah tidak beraturan, atau menyebar. Semarang, merupakan sebuah kawasan perbukitan yang sangat rentan terhadap tanah longsor. Deteksi longsor telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya diantaranya adalah peneliti dari Universitas Hasanudin [1], Universitas Sumatra Utara [2], Lipi [3], Universitas Petra [4], UGM [5] dan beberapa universitas terkemuka lainnya. Kebanyakan sistem deteksi dini yang dikembangkan masih berorientasi pada sistem satu perangkat. Beberapa peneliti dari manca Negara telah melakukan penelitian tentang WSN, diantaranya adalah [6-9].WSN merupakan sebuah metode jaringan sensor terintegrasi yang mengambil sinyal dari array sensorSistem fuzzy digunakan oleh Universitas Islam Malang(Unisma) [10], UGM [1] dan UAD, maupun manca negara [11-14]. Sistem fuzzy C-Means yang dibangun, didasarkan pada setting poin yang diambil dari data tertinggi dan data terendah dari sistem, berikutnya dari informasi asli, dilakukan pengklasteran menggunakan PCA untuk mengetahui validitas data, apakah data telah terklaster ataukah belum. Dari hasil PCA-FCM 4 klaster TBSU(Timur-Barat-Selatan dan Utara) dapat diambil kesimpulan bahwa data awal valid, dilihat dari repeatibilitas sensor yang direpresentasikan dalam bentk grafik spider. Tingkat pengenalan pada data pembelajaran untuk metode PCA-FCM dengan batas klaster lingkaran menghasilkan tingkat pengenalan yang kecil yaitu 87.5%, hal ini karena nilai sudut 30% dan 45% masih tercampur, berikutnya dilakuka pengujian data pembelajaran dengan menggunakan metode PCA-FCM dengan batas klaster elips menghasilkan tingkat pengenalan yang lebih besar yaitu 100%. Rekomendasi metode yang digunakan untuk melakukan deteksi longsor yang berbasis fuzzy adalah menggunakan metode eksraksi cirri PCA, dengan analisis klaster menggunakan metode FCM dengan batas klaster yang berbentuk elips.

    Item Type: Article
    Subjects: T Technology > Teknik Informatika > INF Informatika
    Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Ilmu Komputer > Teknik Informatika > INF Informatika
    Semantik 2013 > INF Informatika
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: PSI PSI UDinus
    Date Deposited: 19 Nov 2013 13:57
    Last Modified: 12 Dec 2013 14:45
    URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/5141

    Actions (login required)

    View Item