UDiNus Repository

Uji Kerentanan Vektor Filariasis Culeq quinguefasciatus terhadap Insektisida Organofosfat, Karbamat dan Pirethroid di Kabupaten Pekalongan

NITA, WAHYUNINGSIH (1970) Uji Kerentanan Vektor Filariasis Culeq quinguefasciatus terhadap Insektisida Organofosfat, Karbamat dan Pirethroid di Kabupaten Pekalongan. Skripsi,Fakultas Kesehatan.

[img]
Preview
PDF
Download (70Kb) | Preview

    Abstract

    Nyamuk Culex quinquefasciatus merupakan vektor filariasis di daerah perkotaan,habitatnya di air kotor. Insektisida telah digunakan untuk pengendalian vektor filariasis di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Upaya pengendalian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dengan menggunakan insektisida golongan Karbamat dan pirethroid namun prevalensi kasus filariasis masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerentanan Culex quinquefasciatus terhadap insektisida Fenithrotion 1,0%, Bendiocarb 0,1% dan Permethrin 0,75% di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan Jenis penelitian ini adalah Eksperimental dengan pendekatan Cross sectional, Populasi penelitian ini adalah nyamuk Culex quinquefasciatus yang berada di desa Samborejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan yang berhasil ditagkap berdasarkan metode standar WHO. Sampel penelitian ini adalah nyamuk Culex quinquefasciatus sejumlah 375 ekor betina kenyang darah dari lapangan dikontakkan selama 1jam dengan kertas berinsektisida yaitu fenithrotion 1,0%, Bendiocarb 0,1%dan Permethrin 0,75%. Uji kerentanan Culex quinquefasciatus yang berasal dari desa Samborejo Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan menghasilkan kematian masing – masing 87%, 29% dan 17% terhadap Fenithrotion 1,0%, Bendiocarb 0,1%, dan Insektisida Permethrin 0,75%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nyamuk Culex quinquefasciatus resisten terhadap Bendiocarb 0,1% dan Permethrin 0,75%, kecuali terhadap Insektisida Fenithrotion 1,0% mengalami toleran. Oleh karena itu disarankan agar program maupun masyarakat menggunakan Insektisida selain tiga jenis insektisida tersebut. Dengan demikian Culex quinquefasciatus sebagai vektor filariasis di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan bisa dikendalikan yang akhirnya kasus filariasis dapat diturunkan

    Item Type: Article
    Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
    Divisions: Fakultas Kesehatan
    Depositing User: Psi Udinus
    Date Deposited: 07 Oct 2014 15:26
    Last Modified: 20 Nov 2014 22:44
    URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/7485

    Actions (login required)

    View Item