UDiNus Repository

HUBUNGAN KEBIASAAN CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN DAN AIR DENGAN JUMLAH KOLONI KUMAN PADA TELAPAK TANGAN PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD KOTA SEMARANG 2014

RAVENALA, PUTRI HONESTY (2014) HUBUNGAN KEBIASAAN CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN DAN AIR DENGAN JUMLAH KOLONI KUMAN PADA TELAPAK TANGAN PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD KOTA SEMARANG 2014. Skripsi,Fakultas Kesehatan.

[img]
Preview
PDF
Download (106Kb) | Preview
    [img]
    Preview
    PDF
    Download (4Kb) | Preview

      Abstract

      Infeksi nosokomial merupakan infeksi akibat transmisi organisme patogen ke pasien yang sebelumnya tidak terinfeksi yang berasal dari lingkungan rumah sakit. Di RSUD Kota Semarang, kejadian infeksi saluran kencing akibat pemasangan kateter sebesar 0,084%, infeksi pneumonia sebesar 0,016%, kejadian sepsis sebesar 1,69%, kejadian plebitis sebesar 0,12% dan angka kejadian infeksi yang disebabkan oleh tranfusi darah sebesar 1,02%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan cuci tangan menggunakan sabun dan air dengan jumlah koloni kuman pada telapak tangan perawat di ruang rawat inap RSUD Kota Semarang tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 50 orang perawat. Faktor-faktor yang diteliti antara lain kebiasaan cuci tangan, cara mencuci tangan, lama waktu cuci tangan, frekuensi cuci tangan, penggunaan lap serta jumlah koloni kuman pada telapak tangan perawat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, lembar observasi dan seperangkat alat untuk pemeriksaan spesimen usap tangan. Uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi rank spearman dan uji beda mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan perawat berjenis kelamin perempuan lebih banyak dibanding laki-laki, rata-rata umur perawat 31 tahun, rata-rata masa kerja melebihi 5 tahun dan riwayat pendidikan terakhir yaitu diploma. Faktor-faktor yang berhubungan dengan jumlah koloni kuman pada telapak tangan adalah cara mencuci tangan dan frekuensi cuci tangan. Faktor yang menunjukkan ada perbedaan yaitu penggunaan lap untuk mengeringkan tangan. Sedangkan kebiasaan cuci tangan menggunakan sabun dan air serta lama waktu mencuci tangan menunjukkan tidak ada hubungan. Disarankan kepada pihak RSUD Kota Semarang agar memperhatikan kebersihan fasilitas mencuci tangan. Serta bagi para petugas kesehatan terutama perawat untuk meningkatkan kesadaran mengenai kebersihan tangan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

      Item Type: Article
      Subjects: Universitas Dian Nuswantoro > Fakultas Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
      Kesehatan > Kesehatan Masyarakat
      Divisions: Fakultas Kesehatan
      Depositing User: Psi Udinus
      Date Deposited: 07 Oct 2014 15:38
      Last Modified: 20 Nov 2014 13:43
      URI: http://eprints.dinus.ac.id/id/eprint/7948

      Actions (login required)

      View Item